Berita :

BNTV

BNTV
Mari Kita Jaga Keamanan di Lingkungan Kita  
Diberdayakan oleh Blogger.

Berita

Jokowi Hadapi Tantangan Besarnya Beban BBM Subsidi


Anggota DPR dari Fraksi PPPAchmad Fahrialmengharapkankinerjapemerintahan Jokowi dapatlebih baik dibandingkanpemerintahan SBY. "Kita harusbelajar dari kekuranganpemerintahan lalu,"ujarnyakepada wartawan di GedungDPRSenin, (20/10).

MenurutnyaPemerintahan Jokowi akan menghadapi tantangan soal BBMsubsidi yang telah mencapai Rp. 280 Triliun yang semakin membebanikeuangan negara. "Saya mengharapkan Jokowi dan kabinetnya bisamengatasinyaapabila  di cabut BBM yang naik tentunya akan besar,"ujarAchmad Fahrial.

Menyinggung Pidato Presiden Joko WidodoLanjut FahrialPidato tersebutsederhana dan adanya keinginan dari Joko Widodo untuk bekerja keras.Terkait pertemuan Joko Widodo dengan Prabowodirinya menilaipertemuan tersebut telah mencairkan kebekuan politik yang terjadi selamaini. "Selama ini orang mengganggap besarnya persaingan yang tidakberkesudahan sementar dengan pertemuan itu mencairkan suasana yangada,"tambahnya

Presiden Hendaknya Lebih Perhatian pada Pangan dan Pendidikan

Masalah-masalah yang sangat menyentuhkebutuhan hidup rakyat Indonesia sepertipanganpendidikandan kesehatanmestinya lebih mendapat perhatianutamaketimbang masalah maritim yangselama ini banyak dikampanyekanPresiden Joko Widodo.
Demikian penegasan Anggota F-PAN DPREko Hendro Purnomo yang ditemui usaiacara pelantikan Presiden dan Wakil PresidenSenin (20/10). Menurut mantan anggotaKomisi X DPR iniJokowi hendaknya tidak memfokuskan pada satu masalah saja.
“Kalau tadi beliau lebih berkonsentrasi di maritimkita juga ingin pangan kita lebih baiklagiBegitu juga pendidikankesehatandan infrastruktur lebih diprioritaskanBuatsaya Pak Jokowi dan JK konsen dengan masalah-masalah tersebutBaru setelah itu,masalah maritimenergi terbarukandan ekonomi kreatifJangan memfokuskan padasatu masalah saja,” katanya.
Eko juga segera menambahkan bahwa selama pemerintahan Jokowi-JK pro rakyatdan tidak diintervensi oleh asingDPR pasti mendukung penuhIa juga bersyukuracara pelantikan berjalan baik di tengah isu-isu miring gangguan politik dan kemanan.Dia berharapdi bawah kepemimpinan Jokowi-JKnegara menjadi lebih baik.
“Salama dia pro rakyatberkepentingan untuk bangsa inidan tidak diintervensi olehpihak asingtentu 560 anggota DPR dibantu 130 teman-teman DPD juga akanmendukung beliauPelantikan hari ini yang diisukan digangguterbukti dengankedewasan politik semua pejabat dan pemangku kepentingan bersepakatmenyukseskan Pelantikan Jokowi-JKTerbukti tidak terjadi apa-apa,” katanya.





[Back]

Sambut Negara Maritim, Kemampuan Nelayan Perlu Ditingkatkan


Pidato perdana Presiden Joko Widodo didepan Sidang paripurna MPR terlihatdengan sangat jelas memberi perhatianyang sangat tinggi pada sektor maritimnasionalSelama ini sektor maritim under-developmeskipun sektor ini menghidupisebagian rakyat kita yaitu nelayantetapiperhatian terhadap kelompok ini masihsangat rendah.
Demikian ditegaskan anggota DPR Romahurmuziy menjawab pers Senin (20/10)siang di Gedung DPRSenayan Jakarta seusai menghadiri pelantikan Presiden.Dalam salah satu bagian pidatonya Presiden Jokowi menekankansebagai negaramaritimsamudralautselat dan telukadalah masa peradaban kita.
“ Kita telah terlalu lama memunggungi lautmemunggungi samudradanmemunggungi selat dan telukIni saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga'Jalesveva Jayamahe', di laut justru kita jayasebagai semboyan kita di masa lalu bisakembali,” ungkap Presiden.
Lebih jauh Romahurmuziy yang menjabat Ketua Komisi IV (bidang pertanian dankelautan serta kehutananDPR periode 2009-2014 lalu menekankanjumlah kapaldengan tonase besar di Indonesia kurang dari 1 persen. Hal itu menunjukkan sektorkelautan kita selama ini hanya dijalankan dengan pendekatan perikanan rakyat yangsangat jauh dari efisien.
“ Kalau memang Presiden mau memberikan perhatian penuh atas sector kelautannasional saya kira yang perlu dilakukan adalah meningkatkan skill atau kemampuanpara nelayan kita dengan sarana dan prasarana tangkap yang memadai,” ucapnya.
Setelah itu kata Romipanggilan akrab Romahurmuzijmemastikan seluruh pabrikpengolahan ikan yang ada di Indonesia mendapatkan bahan baku yang cukup karenasejak 10 tahun terakhir pabrik-pabrik pengolahan ikan kita mengalami penyusutanjumlah karena kesulitan bahan baku dan ini terjadi karena persoalan ketiadaan saranadan prasarana tangkap yang memadai. “ Jadi menyambut tekad mengembalikan kenegara maritime harus diiringi kemampuan dan sarana prasarana memadai baginelayanIni layak menjadi prioritas Kabinet Jokowi mendatang,” kata Romimenambahkan




Jokowi Sangat Populis

Guruh Soekarno Putra menilai PresidenJoko Widodo sangat populis.Karenanyabanyak rakyat menaruhharapan besar pada sosok pemimpinyang populis tersebutBangsa dannegara pun diharapkan menjadi lebihbaik.
Penilaian Anggota F-PDI Perjuangantersebut terkait substansi pidato Jokowipada acara pelantikan dirinya sebagaiPresiden RI ketujuh“Saya rasa positif pidato dari seorang presiden baruJokowimempunyai satu kesadaran bahwa rakyat banyak yang menaruh ekspektasi terhadapbeliauDiharapkan di bawah kepemimpinan beliau negara dan bangsa ini jadi lebihbaik,” katanya saat ditemui sebelum Rapat Paripurna DPRSelasa (21/10).
Jokowinilai Guruhpunya bakat membangun komunikasi politik yang efektif. Danrakyat pun selalu merasa dekat dengan pemimpinnya“Dia begitu populis sehinggarakyat selalu merasa dekat dan menaruh kepercayaan pada Jokowi untuk bekerja demikepentingan rakyat dan kemaslahatan bangsa.”
Persoalan adanya kendala dalam pemerintahan Jokowi 5 tahun mendatangitu perludipikirkan lebih lanjutUntuk ituJokowi perlu segera bekerja pada sektor yangmenyentuh kebutuhan rakyat langsung“Bahwa akan mulus atau banyak kendaladalam pemerintahannyaitu masih harus dipikirkankarena kondisi bangsa begitusemrawutnya




 
Copyright © 2013. Bayu Nada FM 95.60 Mhz - All Rights Reserved